Wanita itu....
Bukanlah batu yang bisa dipecahkan...
Bukan pula besi yang bisa dilelehkan....
Tapi sesungguhnya bahan dasar wanita itu sama,
yaitu dari tulang rusuk yang bengkok .
Karenanya ia akan patah jika engkau terlalu keras meluruskannya,
Maka yang harus engkau perbuat adalah menjaganya dengan baik dan lemah lembut.
“Sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk. Dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian atas. Jika engkau meluruskannya, sama artinya engkau memecahkannya. Jika engkau biarkan, ia akan tetap bengkok. Karena itulah, engkau harus selalu memberi nasihat-nasihat kebaikan." (HR. Muslim)
Indah benar makna yang disampaikan rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang menjadikan tulang rusuk sebagai gambaran bagaimana seorang laki-laki memperlakukan wanita dengan sebaik-baiknya, yaitu menjaga dan melindunginya.
Wahai wanita...
Kita memang tidak bisa memilih bahwa kita akan menjadi bagian dari tulang rusuk seorang pria yang mana... lembut dan penyayang kah, tegas dan pemarah kah... atau yg lainnya...
Karna Allaah Ta'ala telah menetapkan jodoh masing-masing wanita. Maka kita harus yakin, pria yang ditakdirkan untuk kita, dialah yg memang terbaik dan bermanfaat bagi diri kita (sadar atau tanpa kita sadari). Untuk itu diperlukan perbekalan ilmu2 syari shg bisa mjd sebaik2 perhiasan dunia bagi suami.
Wahai pria....
Engkau dilahirkan dari rahim suci seorang wanita... bukan dari batu.. tak layak engkau kasar, menghina dan merendahkan wanitamu.
Bersikap baik dan bersabarlah kepada istrimu,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bersabda : “Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik bagi istrinya, dan aku adalah yang terbaik dari kalian bagi istriku.” (Riwayat Tirmidzi)
Pria sejati adalah yang menunaikan amanah yang ada pada dirinya sebaik baiknya, yaitu saat dia menjadi seorang suami terbaik bagi istrinya dan ayah luar biasa bagi putrinya.
Istrimu adalah amanah di pundakmu, wahai para suami...
Asy-Syaikh Al-Muhaddits Abdul Muhsin Al-‘Abbad hafizhahullah berkata,
تزوجتم بهن بشرع الله، وهن أمانات عندكم، فعليكم أن تقوموا برعاية هذه الأمانة، وعدم الإضرار بهن، وعدم الإساءة إليهن، وإنما تحسنون إليهن، وتعاشرونهن بالمعروف
“Kalian wahai para suami telah menikahi istri-istri kalian dengan syari’at Allah, maka mereka adalah amanah-amanah di pundak kalian, hendaklah kalian berusaha menjaga amanah ini.
Tidak boleh menyakiti istri-istri kalian dan tidak boleh berlaku jelek kepada mereka, tapi hendaklah kalian berbuat baik kepada mereka dan bergaul dengan cara yang ma’ruf.”
[Syarhu Sunan Abi Daud, 10/112, Asy-Syaamilah]
Copas

No comments:
Post a Comment