Sarah Ramadhani
September 21 at 5:10pm · Bekasi, Indonesia ·
Cerita rumah tangga..
Setahun lalu, Suatu kali tetangga saya tanya "mbak sarah tiap weekend keluar terus ya..enak, jalan-jalan ya ?"
Saya balas senyuman "iya, silaturrahim ke nenek nya anak-anak tante."
"Masa tiap minggu mbak ?"
"Ohh, weekend pertama ke org tua Ayahnya, weekend kedua ke orang tua saya, kadang weekend ketiga ngaji atau istirahat di rumah aja tan.." Tetangga manggut-manggut.
"Jauh kan naik motor bawa anak 2 ?"
"Iya, udah biasa kali ya tan :)"
Ada raut sedih di wajahnya, saya belum faham kenapa. Belakangan baru saya tau..
Suatu kali saya main ke rumah Eyang (biasa faiq memanggil) tsb. Persis di sebelah rumah saya. Sembari menemani faiq main, Eyang cerita (di rumah Eyang banyak sekali mainan bekas anak-anaknya yang sekarang sudah sepantar suami saya 27tahun, disimpan rapih, awet)..
"Tante punya cucu tapi kaya ndak berasa punya cucu. Anak tante yang udah nikah kalo main ke sini sebentar, jarang sekali nginep. Dari awal nikah sampe sekarang punya anak baru satu kali nginep. Jadi enak ya kalo dikunjungi terus sama anak cucu. Padahal anak-anak tante ga terlalu jauh rumahnya, ada mobil juga." Aku menghela nafas.
Buatku, Silaturrahim bukan sekedar silaturrahim.
Ketika kita memutuskan untuk tinggal berjarak dari orang tua, ada hak mereka yang tetap harus dipenuhi. Hari Kunjungan adalah hari yang sangat menyenangkan bagi kami (setidaknya bertemu keluarga walau kadang keuangan tak bertindak seperti keluarga ๐).
Setahun lalu, saya suami dan anak-anak masih bermotor ria Jakarta-Bekasi. Kehujanan Kepanasan, "jabanin" aja kalo kata orang betawi mah. Naik motor itu enak ga enak. Kita bisa lihat banyak ruang (tempat jajan walau ga mampir juga-red), potret hidup yang akhirnya membuat kita belajar, dan hal lain yang unik.
Kalo ditanya pegel ga rah jakarta-bekasi ? ๐ Ya ndak pegel kalo naik jet pribadi. Lah wong naik Si blade roda dua, Puegel laah. Anak-anak pasti tidur di motor, dan tangan saya yang gemuk-gemuk montok ini selalu jadi bantal terbaik bagi mereka. Tangan kanan kepala Faiq, tangan kiri kepala fatim. Ayahnya ga kalah jago, kebayang kan 1 motor berempat, bisa dudukin jok aja udah alhamdulillah. Seringnya ya setengah duduk, sembari nduduki tas baju anak-anak yang ditaro di depan. Pemandangannya kurang lebih sama dengan para pemudik, bedanya siklus mudik kami sebulan 2x. Ahh saya selalu haru kalo inget masa-masa ini ๐.
Kemudian tahun lalu alhamdulillah Allah melebihkan rizki kami, ada sedikit uang. Kami bimbang saat itu, untuk DP rumah atau mobil ? Tahun lalu property syariah belum semenjamur tahun ini. Uang 30 juta belum bisa untuk DP rumah dengan CICILAN non riba. Akhirnya kami putuskan Kredit mobil dengan akad syari'ah. Bukan mobil baru dengan kilatan menyilaukan, bukan. Hanya mobil lama berusia 8tahun. Tapi kami fikir dengan mobil ini mudah-mudahan bisa lebih bermanfaat. Bisa digunakan oleh keluarga orang tua, bisa mengantar kami kajian lebih jauh dan manfaat lain yang bisa memberkahi mobil ini.
Alhamdulillah..1tahun sudah kami main mobil-mobilan. Ada rasa rindu kalo lihat ada keluarga yang sedang naik motor apalagi bawa balita.
Kalo lagi hujan, bahkan kami sepakat teringat guyonan kami dulu, "Yah itu ada keluarga yang bawa anak kecil, mau ngga ya disuruh numpang mobil kita, kita anter sampe tujuannya ? Kasian.."
"Mungkin bisa aja bun, tapi takut mereka fikir kita mau nyulik kali. Aneh kan ada mobil tiba-tiba nawarin tumpangan".
Karna dulu, kami sering kehujanan, melihat mobil-mobil bagus yang kadang di isi 1-2 orang tuh saya suka becanda sama suami "ada ga ya yah mobil yang berhenti gitu terus nawarin, pak bu, mau kemana ? Anaknya kehujanan, mau saya anterin?" Dan kita tertawa bersama.. :)
Buat kamu, iya kamu temanku..yang baru menikah atau bahkan sudah lama menikah..baru menikah kemudian sibuk dengan keluarga barunya, atau lama menikah sibuk dengan kerepotan keluarganya..ingat saja, bahwa di sana, di "sebuah" ruang bernama rumah, ada do'a ibu yang mengucap rindu pada anaknya. Tapi tidak semua pandai mengungkapkan rasa..
Masih ada orangtua, menikah tidak memutus peranmu sebagai anak, kakak ataupun adik. Berkunjunglah meski berkendara dengan angkot. Berkunjunglah meski jauh dan berdesakan di kereta. Berkunjunglah..karna kita tidak tau kebaikan hidup dari Allah turun tersebab apa. Bisa jadi karna peluh yang kita keluarkan untuk berkunjung ke rumah orang tua..
Sebulan sekalipun kadang orang tua masih mengucap "kangen cucu" yang bisa diartikan rindu pula pada anaknya, apalagi yang ndak pernah berkunjung, Subhanallah..Semoga Allah mudahkan untuk berkunjung, aamiin..
(via Buya Sunny Harun)
#terharu :'(

No comments:
Post a Comment