BAGAIMANA KABARMU ?
Menanyakan "Bagaimana kabarmu?"
Ternyata Penting dan Berpahala..
Ketika kita bertanya kepada seseorang
*"Bagaimana kabarmu?*
*Kaifa haaluk?*
sebenarnya tanpa sengaja kita ingin mengajak orang itu untuk beribadah.
Yah...beribadah.
Yaitu mengingat Allah, dengan mengucapkan kalimat
*"Alhamdulillah"*.
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Dan kita mengajaknya untuk menyadari betapa banyak nikmat yang dikaruniakan Allah,
serta mengingatkannya supaya mensyukuri nikmat-nikmat itu.
Khalifah Umar bin Khattab kadang kadang sengaja pergi ke pasar untuk menanyai keadaan orang yang beliau temui.
Di saat orang itu menjawab dan memuji Allah beliau berkata:
"Saya hanya ingin mendengarkan kalimat Alhamdulillah itu keluar dari mulutmu".
Atau dengan kata lain
"Aku hanya ingin anda menyadari nikmat Allah dan mensyukurinya".
Alhamdulillahi rabbil 'alamin,
betapa indahnya agama kita ini,
kalimat sapaan pun bernilai ibadah di sisi Allah.
بارك الله
Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ
Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku. [Al-Baqarah/2:152]
وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ
“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. An Nahl: 18)
وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ
“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya)”. (Qs. An Nahl: 53)
وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ
“Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur)”. (Qs. Adh Dhuha: 11)
*#Selamat beraktivitas & slalu bersyukur.....*

No comments:
Post a Comment